Melawan Penyeragaman
Jika di kota New York pada 1980-an anak-anak muda Afrika-Amerika dan Latin menggunakan sneaker sebagai penanda identitas dan status dalam kungkungan rasisme dan tekanan ekonomi-politik, anak-anak di negara otoriter seperti Indonesia adalah untuk melawan penyeragaman. Keduanya sama-sama berusaha menampilkan sisi individualitas dan kebasan berekspresi.
